Jangan Diabaikan, Dua Hal Ini Paling Sering Picu Alergi pada Anak

- Selasa, Oktober 24, 2017
advertise pemkab bone
Alergi Anak, Pemicu Alergi Anak, Health
Ilustrasi. Foto: medexpressrx

Health.Bonepos.com - Mayoritas orang di Indonesia menyelekan kondisi anak diserang alergi. Para orang tua mengambil tindakan ketika kondisi anak memburuk atau alergi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari.

Di Indonesia, jumlah anak yang mengidap alergi mencapai 15 persen. Ironisnya tidak banyak orang yang menyadari bahwa alergi bisa saja memberikan pengaruh drastis terhadap pertumbuhan anak.

Dikutip dari laman DetikHealth, Prof Dr dr Budi Setiabudiawan, SpA(K), M.Kes., konsultan alergi imunologi anak dari Universitas Padjajaran, mengatakan alergi pada anak bisa disebabkan dari dua hal, yaitu zat yang dimakan dan zat yang terhirup.

"Kalau makanan, salah satu penyebab yang paling sering itu susu sapi," kata Budi dalam Media Workshop Bunda Tanggap Alergi dengan 3K bersama alergianak.com di Boncafe Surabaya, Kamis 20 Oktober 2017 lalu.

Budi mengungkapkan, bahwa angka kejadian alergi susu sapi di Indonesia sendiri mencapai 7,5 persen. Jumlah ini cukup rendah bila dibandingkan angka kejadian alergi yang sama di dunia yakni sekitar 10 hingga 40 persen.

Meski demikian lanjut Budi hal ini bukan berarti bisa disepelekan. Karena ada beberapa makanan lainnya, seperti telur, juga kerap memicu alergi pada pada anak Indonesia.

Lantas seberapa jauh kesadaran dan pengetahuan orang tua Indonesia terhadap gejala atau penanganan alergi anak?

Pada kesempatan itu, Zeinda Rismandari, Allergy Care Manager PT Nutricia Sarihusada, menyebutkan, bahwa pengetahuan orang tua Indonesia tentang alergi rata-rata sudah memadai, hanya saja informasi yang diterima masih kurang.

"Cuma kadang informasinya kurang lengkap. Semisal ada orang tua-orang tua yang sudah tahu gejalanya, tapi tidak tahu penanggulangannya seperti apa," ungkapnya.

Namun, lanjut Zeinda, ada pula orang tua yang cenderung menganggap remeh karena umumnya alergi dianggap sebagai sebuah kondisi kesehatan yang bisa pulih dengan sendirinya.

"Biasanya ini karena mereka tidak tahu dampak yang bisa terjadi bila alergi pada anak tidak tertangani dengan tepat," urainya.

Meski demikian, tidak sedikit juga orang tua yang panik, saat tahu anaknya mengalami alergi. Sehingga, mereka melarang sang anak untuk makan ini itu atau menjauhi hal-hal yang bisa memicu alergi.

"Ini sama halnya membatasi anak. Pada akhirnya nggak bagus juga untuk anak sendiri," ujarnya.

Penulis : Ai Parenrengi
Editor : Rizal Saleem